Mencari Tokek yang Berbunyi Malam Hari Demi Uang 1 M
OPINI | 22 July 2010 | 10:01
Hening suasana ruang kantorku tiba-tiba dikejutkan oleh suara nyaring bunyi tokek.
“Tokek….Tokek…..Tokek.”
Mata-mata serius yang sedang menatap
layar monitor tiba-tiba kompak saling berpandangan, siang bolong gini
kok ada tokek bernyanyi.
“Dimana si tokek sembunyi ya?” Seorang
rekan bertanya-tanya sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan
kearah suara tokek yang tadi baru saja terdengar di telinga.
“Dibelakang lemari nih.” Kata sang rekan setelah menemukan dimana persembunyian si tokek.
Jadi dech siang itu kami semua menghentikan pekerjaan sesaat demi untuk membahas si tokek.
“Tahu gak harga tokek, katanya sekarang mahal lho, bisa mencapai 500 juta.” Kata seorang teman
Teman lain menyahut : “ Katanya tokek
yang beratnya diatas 3,5 ons dan berusia tua manjur untuk mengobati
penyakit AID, makanya harganya mahal.”
Saya ikutan :” Kalau di tempat saya yang harganya mahal itu kalau bunyi malam hari pak.”
“Masak ????” Tanya mereka bereka berbarengan
“Yang saya dengar sih begitu, bisa sampai
1 Milyard. Tinggal Bapak bawa ke Kebun Binatang Ragunan, pasti mereka
mau beli.” Kata saya dengan suara meyakinkan.
“Saya malah baru denger tuh.” Sahut salah seorang teman
“Kamu yakin tokek yang bunyinya malam hari, bisa segitu mahalnya.” Rekan lain bertanya
“Begitulah yang saya dengar pak, tapi katanya sampai sekarang belum ada tuh tokek yang bunyinya malam hari.” Kata saya kalem
“Eh…jangan salah, justru tokek bunyinya
malam hari, di tempat saya banyak kok, besok saya bawakan “ Kata rekan
yang lain mengoreksi kalimat saya sambil berjanji akan membawa tokek
yang bunyinya malam hari.
“Masa pak? Di tempat Bapak ada tokek yang
bunyinya maham hari???” Tanya saya dengan mimik muka saya buat se tidak
percaya mungkin. Membuat rekan saya itu makin bersemangat.
“Bener, kalau gak percaya besok biar saya bawakan, tapi bener kan bisa dihargai 1 M di Ragunan?” Tanyanya sekali lagi.
“Begitulah yang saya dengar pak.” Kata saya.
Esoknya
“Mil, ini tokek yang saya bilang, yang bunyinya malam hari.”
“Mana pak…? Tokek ini?”
“Iya…dia bisa bunyi malam hari, siang hari dan juga pagi hari”
“Wah hebat amat ini tokek ya…?” Tanya saya dengan mimik muka makin saya buat kelihatan makin tak percaya.
“Coba kita dengar aja nanti.” Katanya bersemangat. Nanti kalau sudah kamu dengar, kamu telp ke Ragunan ya…” Kata teman saya itu
“Siap pak.” Jawab saya dengan kalimat saya buat se yakin mungkin.
Pukuk 11 siang sang tokek yang dari tadi kami tunggu bersuara akhirnya unjuk gigi :
“Tokek…tokek….tokek.”
“Emily…, tuh tokeknya berbunyi kan, cepet kamu telp ke Ragunan.!!!” Temen saya berteriak girang
“Kenapa harus telp ke Ragunan pak? Tanya saya sok Bloon
“Kan kamu sudah denger dia berbunyi siang hari.”
“Bapak salah denger kali.”
“Itu tadi kan bunyi, semua juga denger.” Kata si Bapak mulai sewot
“Tapi bunyinya kan:”tokek….tokek….tokek…” itu sih banyak
“Bapak, tokek dimana-mana ya bunyinya begitu yang dicari itu tokek yang bunyinya :
” Malam hari…malam hari…malam hari atau siang hari….siang hari…siang hari…” Jawabku menerangkan.
Kontan si Bapak marah dan naik pintam, saya pun kena korban timpukan.
“Aduh…!!! Teriak saya kesakitan.